
Penulis:
Fitria Hidayanti
Sinopsis:
Transformasi menuju sistem energi dan transportasi yang lebih bersih merupakan salah satu tantangan penting dalam menghadapi masa depan. Perkembangan kendaraan listrik, meningkatnya penggunaan energi terbarukan, kebutuhan penyimpanan energi, serta tuntutan terhadap pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan mendorong lahirnya berbagai inovasi teknologi. Buku ini membahas perkembangan tersebut secara komprehensif dengan menghubungkan aspek mobilitas, baterai, ekonomi sirkular, penyimpanan energi, dan teknologi konversi energi.
Buku diawali dengan pembahasan mobilitas dan tren masa depan. Bab pertama menguraikan perubahan dari kendaraan bermesin pembakaran dalam menuju mobilitas listrik (e-mobility), termasuk kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, serta berbagai teknologi pendukung. Pembahasan juga mencakup penerapan teknologi 5G untuk kendaraan terkoneksi, sistem transportasi cerdas, pengemudian jarak jauh, dan transportasi otonom. Tren seperti micromobility, Mobility as a Service (MaaS), kendaraan otonom, dan Hyperloop turut dibahas sebagai bagian dari perkembangan sistem mobilitas masa depan.
Bab kedua membawa pembaca pada persoalan ekonomi sirkular untuk baterai. Pertumbuhan penggunaan baterai meningkatkan kebutuhan terhadap bahan baku sekaligus menghasilkan semakin banyak baterai yang mencapai akhir masa pakainya. Buku menjelaskan bagaimana prinsip ekonomi sirkular berupaya mempertahankan material agar tetap berada dalam siklus penggunaan, mengurangi kebutuhan bahan baku primer, serta menekan dampak lingkungan. Strategi repair, refurbish, remanufacture, dan repurpose dibahas bersama berbagai pendekatan daur ulang baterai, termasuk pirometalurgi, hidrometalurgi, dan direct recycling.
Pembahasan selanjutnya diarahkan pada proyeksi permintaan global untuk penyimpanan energi. Bab ketiga menunjukkan semakin pentingnya baterai dalam sistem energi masa depan, terutama akibat pertumbuhan kendaraan listrik dan meningkatnya penetrasi energi terbarukan yang bersifat intermiten seperti tenaga surya dan angin. Dengan menggunakan berbagai skenario energi, termasuk World Energy Outlook (WEO) 2022, buku menganalisis perkembangan
kebutuhan penyimpanan energi berbasis baterai hingga 2050, baik pada sektor transportasi maupun ketenagalistrikan.
Bab ini sekaligus memperlihatkan tantangan yang menyertai pertumbuhan industri baterai, terutama meningkatnya kebutuhan terhadap mineral kritis seperti litium, nikel, kobalt, mangan, grafit, dan tembaga. Dengan demikian, pertumbuhan kendaraan listrik dan penyimpanan energi tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga dengan ketersediaan sumber daya, rantai pasok mineral, biaya produksi, serta kemampuan industri melakukan daur ulang dan menyediakan pasokan material sekunder.
Bab keempat memperluas perspektif dengan membahas teknologi penyimpanan energi selain baterai. Pembaca diperkenalkan pada berbagai teknologi penyimpanan berdasarkan media energinya, meliputi penyimpanan mekanik seperti pumped hydro storage, compressed air energy storage, dan flywheel; penyimpanan listrik seperti superkapasitor dan SMES; serta penyimpanan kimia dan termal. Bab ini juga memperkenalkan konsep Power-to-X dan sector coupling, yang memungkinkan energi listrik terintegrasi dengan sektor transportasi, industri, dan pemanasan.
Salah satu bagian penting dalam bab terakhir adalah pembahasan penyimpanan energi kimia melalui Power-to-Gas, termasuk produksi hidrogen dan metana. Teknologi elektrolisis, ko-elektrolisis, metanasi, serta berbagai teknologi konversi lainnya dikaji dari sisi fungsi, tingkat kesiapan teknologi, hingga jejak ekologisnya. Hidrogen dan produk Power-to-Gas dipandang memiliki peran penting dalam penyimpanan energi jangka panjang dan integrasi antarsektor karena dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar maupun dikonversi menjadi listrik melalui fuel cell atau sistem CHP.
Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa tidak ada satu teknologi penyimpanan energi yang
mampu memenuhi seluruh kebutuhan sistem energi masa depan. Setiap teknologi memiliki karakteristik, keunggulan, keterbatasan, kebutuhan material, biaya, efisiensi, serta tantangan lingkungan yang berbeda. Oleh karena itu, masa depan transisi energi membutuhkan kombinasi berbagai teknologi penyimpanan yang disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, sekaligus didukung oleh inovasi, pengembangan teknologi daur ulang, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Dengan cakupan tersebut, buku ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun praktisi yang ingin memahami keterkaitan antara mobilitas listrik, teknologi baterai, ekonomi sirkular, penyimpanan energi, Power-to-X, hidrogen, dan transisi energi. Buku ini memberikan gambaran bahwa teknologi masa depan bukan hanya tentang menghasilkan energi dan kendaraan yang lebih canggih, tetapi juga tentang bagaimana membangun suatu ekosistem energi yang efisien, terintegrasi, rendah karbon, berkelanjutan, dan mampu menjaga ketersediaan sumber daya untuk generasi mendatang.